LEMAK TERKUMPUL DI JANTUNG SEBELUM DIABETES
4/03/2009 09:09:00 AM Edit This 0 Comments »
Menurut sebuah studi baru, lemak mulai terkumpul di jantung orang pra-diabetes sebelum gejala diabetes atau penyakit jantung muncul. Para peneliti dari Universitas Texas Southwestern Medical Center menemukan pengumpulan lemak menggunakan teknik pencitraan sederhana yang dapat menjadi alat penapisan baru untuk orang-orang yang berisiko terkena diabetes dan penyakit jantung.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penumpukan lemak di dalam jantung orang-orang penderita diabetes dan gagal jantung, tapi mereka tidak mengetahui apakah lemak yang tertimbun itu terjadi sebelum atau sesudah diabetes terjadi. Tantangannya adalah menemukan jalan untuk memperoleh gambar statis jantung manusia yang biasanya selalu bergerak.
Penulis senior Dr. Lidia Szczepaniak mengatakan bahwa detak jantung, pernapasan dan magnetic resonance imaging (MRI) sangat sensitif dalam gerak, sehingga mereka harus mencari jalan secara elektronik membekukan gambar jantung. Dalam jurnal Circulation tanggal 4 September, Szczepaniak dan timnya menjelaskan teknik penggunaan sistem MRI dengan penambahan perangkat lunak komputer yang mengkonversi signal dari gerakan jantung menjadi gambar tidak bergerak.
Menggunakan metode ini, mereka menguji gambar jantung tak berlemak dan orang kegemukan (obes) dengan gula darah normal, orang obes dengan yang baru memperlihatkan gula darah abnrmal, dan orang kegemukan dengan diabetes tipe 2. Sebagai tambahan untuk mempelajari bahwa timbunan lemak terjadi sebelum diabetes, para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan metabolisme gula abnormal memiliki kadar lemak lebih tinggi secara bermakna di dalam jantungnya dibandingkan orang dengan gula darah normal, tidak tergantung berat badan.
Walaupun jumlah lemak dalam jantung tidak berkaitan dengan jumlah lemak di dalam peredaran darah atau hati, hal ini berkaitan dengan jumlah lemak di daerah perut. Menurut para peneliti, penimbunan lemak di dalam sel-sel jantung penting untuk diidentifikasi dan dicegah karena sel-sel jantung tidak dapat digantikan bila mati. Kelebihan lemak di dalam jantung secara perlahan-lahan membunuh organ, menurut mereka.
sumber : Antara
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penumpukan lemak di dalam jantung orang-orang penderita diabetes dan gagal jantung, tapi mereka tidak mengetahui apakah lemak yang tertimbun itu terjadi sebelum atau sesudah diabetes terjadi. Tantangannya adalah menemukan jalan untuk memperoleh gambar statis jantung manusia yang biasanya selalu bergerak.
Penulis senior Dr. Lidia Szczepaniak mengatakan bahwa detak jantung, pernapasan dan magnetic resonance imaging (MRI) sangat sensitif dalam gerak, sehingga mereka harus mencari jalan secara elektronik membekukan gambar jantung. Dalam jurnal Circulation tanggal 4 September, Szczepaniak dan timnya menjelaskan teknik penggunaan sistem MRI dengan penambahan perangkat lunak komputer yang mengkonversi signal dari gerakan jantung menjadi gambar tidak bergerak.
Menggunakan metode ini, mereka menguji gambar jantung tak berlemak dan orang kegemukan (obes) dengan gula darah normal, orang obes dengan yang baru memperlihatkan gula darah abnrmal, dan orang kegemukan dengan diabetes tipe 2. Sebagai tambahan untuk mempelajari bahwa timbunan lemak terjadi sebelum diabetes, para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan metabolisme gula abnormal memiliki kadar lemak lebih tinggi secara bermakna di dalam jantungnya dibandingkan orang dengan gula darah normal, tidak tergantung berat badan.
Walaupun jumlah lemak dalam jantung tidak berkaitan dengan jumlah lemak di dalam peredaran darah atau hati, hal ini berkaitan dengan jumlah lemak di daerah perut. Menurut para peneliti, penimbunan lemak di dalam sel-sel jantung penting untuk diidentifikasi dan dicegah karena sel-sel jantung tidak dapat digantikan bila mati. Kelebihan lemak di dalam jantung secara perlahan-lahan membunuh organ, menurut mereka.
sumber : Antara



0 komentar:
Posting Komentar